saya ingin menulis

stories behind the stage

Posted in event reviews, risyad berseru by risyadtabattalasays on November 19, 2009

Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 6 November ‘09, 06.30 pm.

saya cukup tegang malam itu. ditemani haris pratama loeis, manajer kami, saya beberapa kali mondar-mandir ke toilet untuk menguras urine yang entah kenapa terus mendesak ingin mengucur meski saya telah ke toilet berkali-kali. gitaris kami sibuk mengecek alatnya, memastikan senar berada pada seteman yang tepat. sesekali dia mengobrol dengan anggota band sebelah (sesama gitaris) untuk mengusir ketegangan. bassis kami bersantai sejenak dengan menelpon pacarnya untuk memastikan bahwa gadisnya baik-baik saja ditengah kerumunan penonton yang mulai merayap. vokalis kami? dia bajingan yang sok santai. sambil fingering dengan gitarnya, sekalisekali dia menakut-nakuti saya akan kemungkinan saya lupa urutan lagu, salah pukul, stick lepas, dan sebagainya. mungkin itu caranya mengatasi tekanan sebelum naik panggung. dan untuk kesekian-kalinya saya harus ke toilet saking tegangnya. setan.

dibelakang dua panggung megah itu, kami menunggu dengan hati berdebar. oleh panitia, kami ditempatkan pada sebuah sudut kosong yang kebetulan tepat dibelakang panggung. kami tidak sendiri disana, tepat disebelah kami ada sebuah band (yang kalau tidak salah) berasal dari ujung berung. ya, ujung berung. lembah hitam pinggiran bandung tempat dimana banyak band metal terbaik negeri ini bersarang. dan saya rasa band ini adalah salah satu yang terbaik disana. drummernya seolah-olah menebar suasana angker dengan memukul-mukul stik drum dengan kecepatan tinggi, tapi tetap stabil. disisi lain, di ujung ada band yang sedang di-interview oleh pihak media. mereka tampak lancar berbicara seolah-olah berbicara di depan kamera adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan.

di bagian lain ruangan itu ada band lain yang sedang menyiapkan pakaian panggung mereka. celana ketat aneka warna, kaca-mata hitam, boots, rompi, topi dan segala macam. mereka sadar visual sepertinya, bahkan membawa make-up artist segala untuk memulas wajah mereka sebelum naik panggung. yah. kami? boro-boro bawa make-up artist, bahkan pakaian yang saya kenakan malam itu adalah pakaian sama yang saya kenakan pada saat praktikum pemrograman pada siang harinya. hari itu, dan sehari sebelumnya memang padat buat saya. pada hari sebelumnya berderet jadwal deadline pengumpulan tugas, responsi kuliah, briefing oleh panitia, dan jadwal sound-check. disambung keesokan harinya dengan praktikum, pengumpulan tugas lagi, dan tentu saja manggung di malam harinya.

beberapa bintang tamu mulai memenuhi backstage. ada rombongan saint locco dan para wanitanya serta vokalis agrikulture yang sepertinya hendak ikut ber-featuring dengan band itu. the banery dan c.u.t.s. juga beberapa kali terlihat mondar-mandir di belakang panggung. bahkan saya sempat ngobrol sebentar dengan gitaris c.u.t.s. yang kebetulan senior saya di unit apresiasi musik kampus. ada juga rombongan besar band paling kontroversial tahun ini, pee-wee gaskins, bersama belasan fansnya (atau crew?) yang berseragam jaket bertuliskan ‘pee-wee gaskins’ dibagian belakang. sebelumnya, vokalis mereka dengan badan yang penuh tattoo datang seorang diri lebih awal dari rombongan dengan menggenggam sebotol bir ditangan. entah kenapa, melihat laki-laki itu aroma angkuhlah yang saya rasakan. rombongan terakhir tentu saja adalah rocket rockers. mereka datang lengkap dengan bassisnya yang sering solat jumat bareng saya di musola gedung administrasi itb, haha. lengkap sudah formasi. atmosfer di backstage mulai memanas dan satu per satu band mulai naik ke atas panggung.

Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 6 November 09, 07.20 pm.

beberapa menit lagi kami akan tampil. kami telah bersiap di panggung C dan mengamati sebuah band reggae yang bermain tepat sebelum kami di panggung A sebelah. saya mengecek posisi simbal dan snare-drum, memastikan bahwa crew panggung sudah menge-set drum dalam posisi yang saya inginkan. vokalis kami membentangkan lengan dan melemaskan jari-jemarinya, dan beberapa crew panggung berseliweran untuk memastikan segalanya telah siap sempurna.

terimakasih untuk semua orang yang telah mendukung kami. keluarga, teman, semuanya. juga untuk semua orang yang pernah memandang saya sebelah mata, terimakasih telah membuat saya seribu kali lebih bersemangat. dan akhirnya saya senang bisa melakukan hal besar yang cukup signifikan dalam hidup saya. semoga saya tidak kebelet pipis lagi dalam beberapa menit kedepan.


mohon maaf lahir dan batin

Posted in risyad berseru by risyadtabattalasays on September 30, 2009

meski telah lewat beberapa hari, kami sekeluarga mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin. semoga perlindungan Allah beserta kita semua.

6

courtesy of youtube

Posted in musik by risyadtabattalasays on Agustus 29, 2009


a very big thanks to my brother for adding this stuff

ramadhan di insan cendekia

Posted in risyad berseru by risyadtabattalasays on Agustus 24, 2009

tahun ini adalah ramadhan ketiga saya setelah lulus dari insan cendekia. meski begitu, bayangan tentang ramadhan di insan cendekia tetap kuat dalam ingatan saya.

di insan cendekia, ramadhan disambut dengan antusiasme penuh suka cita. menjelang ramadhan, pihak sekolah di bantu OSIS biasanya mengadakan acara berupa ceramah dalam rangka menyambut kedatangan ramadhan. acara ini biasanya diakhiri dengan halal bihalal, bersalam-salaman dan saling meminta maaf. tidak terasa air mata akan banyak mengucur pada saat maaf-maafan, terutama buat siswi putri. putranya sih biasanya ketawa-ketawa aja, terutama mereka yang brengsek dan ga nyadar kalau dosanya banyak suka nyela dan ngatain temennya (termasuk saya). hahah. bisa dibilang acara ini adalah titik awal dimana aura ramadhan mulai terasa di insan cendekia.

memasuki ramadhan, malam di insan cendekia akan lebih ramai dari biasanya. pada malam hari diadakan salat tarawih bersama diselingi dengan ceramah yang diisi oleh para wali murid undangan. biasanya sih murid yang bersangkutan akan malu karena diledekan dan digodain teman-temannya ketika orang tuanya yang diundang sebagai penceramah telah maju dan berdiri di mimbar. tidak jarang wali murid penceramah juga membagi pengalaman akademis, karier, dll disela2 materi ceramah. bagi saya, ini sangat menarik mengingat selain materi ceramah kami juga mendapat gambaran mengenai dunia akademis dan keprofesian. terlebih bila yang bersangkutan menekuni disiplin ilmu serta memiliki profesi yang sama dengan yang kami minati.

waktu sahur tidak kalah semarak. setiap kelas dan angkatan akan mendapat jadwal piket untuk ronda sahur. semakin gaduh akan semakin asik. walhasil ketika jadwal ronda sahur datang, setiap kelas dan angkatan berlomba untuk menjadi yang paling gaduh. ulah anarkis seperti membanting galon air, pintu kamar, lantai, hingga menyalakan sirene TOA adalah menu wajib demi menciptakan keributan. bahkan pada satu waktu, anarkisme ini membuat beberapa daun pintu, pegangan tangga, hingga galon air di asrama putra rusak parah dan harus diganti. maka jangan heran bila terkadang ada satu dua orang yang marah2 karena merasa tidurnya terganggu oleh keributan tersebut. hahah

memasuki minggu terakhir ramadhan di sekolah, OSIS akan mengadakan rangkaian acara besar yang terbuka untuk umum dimana didalamnya terdapat tabligh akbar, buka bersama, bazaar, lomba-lomba, penampilan nasyid, dll. karena begitu besarnya acara, biasanya hampir seluruh civitas insan cendekia ikut turun tangan. mulai dari anggota OSIS, non-OSIS, murid-murid kelas tiga, petinggi sekolah, dewan guru, petugas keamanan, hingga pegawai kantin. pada saat inilah kebersamaan begitu terasa. satu sama lainnya saling terikat, bahu membahu, dan terasa seperti keluarga sendiri. perasaan itu begitu kuat hingga pada saat hari kami telah pulang ke rumah, rasa rindu akan insan cendekia akan muncul meski kami telah berkumpul dengan keluarga masing-masing. setidaknya itulah yang saya rasakan.

kini kerinduan ini tetap ada meski kami telah dua tahun meninggalkan insan cendekia dan menjalani ramadhan secara terpisah. semoga ada kesempatan dimana kami bisa menjalani ramadhan bersama-sama suatu saat nanti.

kami mencintanya penuh

Posted in musik, tribute to by risyadtabattalasays on Agustus 5, 2009

saya baru mengenal pria itu terhitung sejak mei 2009. ketika itu saya menghadiri sebuah acara di taman ismail marzuki dimana beliau menjadi salah satu musisi pembukanya. untuk seorang pria berusia lanjut, penampilannya sangat enerjik. dia bernyanyi penuh semangat dan terkadang ikut berjingkrakan mengikuti lagu-lagu yang dimainkannya. disela-sela lagu, dia melemparkan jokes dan celetukan yang membuat penonton terpingkal-pingkal. pria itu ibarat seorang anak periang yang terperangkap pada tubuh pria lanjut usia. menyaksikannya bermain membuat dunia ini serasa ringan, mudah, dan menyenangkan.

pertemuan kedua saya terjadi pada juni 2009, pada event lain di taman ismail marzuki. kali ini band kami ikut kebagian tampil, dimana pria itu bermain tepat sebelum kami. penampilannya tidak berubah dari sebulan sebelumnya. diatas panggung dia tetap bermain dengan antusiasme penuh riang gembira tanpa beban. setelah pertunjukan kami sempat berbincang singkat dibelakang panggung dimana beliau menasehati kami untuk memperbaiki kemampuan komunikasi kami dengan penonton serta terus bersemangat dalam bermusik. dua nasehat sederhana yang tidak mungkin kami lupakan.

bagi saya beliau sangatlah fenomal. keberadaannya mematahkan mitos bahwa hanya musisi muda, berpenampilan menarik, serta membawakan lagu cinta-lah yang akan menguasai pasar musik indonesia. beliau adalah roket yang melesat menembus batasan. ketika musisi lain sibuk melacur dan menjadi ‘orang lain’ demi memenuhi tuntuhan pasar, beliau tetap menjadi diri sendiri dan berani terus berkarya tanpa mengubur harga dirinya. sebuah keberanian yang belum tentu dimiliki oleh mereka yang setiap hari tampil lip-sing di televisi dan bertingkah bagai musisi sejati.

menyikapi kesuksesan yang diraihnya belakangan ini, sepertinya dia tidak ambil pusing. dia hanya berkomentar bahwa 1 milyar kekayaannya akan dibelikan kopi dan 1 milyar lagi dibelikan untuk gula sehingga dia bisa puas menikmati kopi hingga akhir hayatnya. begitu sederhana, jujur, dan apa adanya.

tanpa perlu menjadi pejabat tinggi bergaji jutaan, pria lanjut usia ini telah membuat kami bahagia. ini yang membuat hati kami luluh dan rela mencintainya. tulisan ini saya dedikasikan untuk pria ini. seorang penghibur yang baru 3 bulan saya kenal dan baru saja berpulang tiga hari yang lalu. pria yang mungkin kalian panggil dengan sebutan mbah surip.

Ditandai sebagai:,

lebih hot daripada aksi maria ozawa

Posted in musik by risyadtabattalasays on Juli 1, 2009

the dyslexia insurgent party

Posted in event reviews by risyadtabattalasays on Juni 21, 2009

1

20 juni 2009 bisa jadi adalah malam yang tak akan terlupakan bagi 2840 orang (sebelumnya saya tulis lima ribu orang lebih, thanks echa for the confirmation) yang pada malam itu berkumpul di venue el dorado, bandung. pada malam itu, salah satu band independen terbesar di bandung, the s.i.g.i.t., mengadakan konser tunggal kedua mereka yang bertajuk the dyslexia concert sekaligus merilis EP terbaru mereka, hertz dyslexia. sebuah konser yang, tentu saja, jauh dari sorotan media massa nasional, apalagi media infotainment ibu kota yang tiada bosan berminggu-minggu mendramatisir kasus penyiksaan seorang model (yang awalnya tidak terkenal) oleh pangeran negeri sebelah.

menjelang pukul 20.00, venue yang mulai didatangi penonton dihangatkan dengan penampilan jack & the four man. monkey to millionaire melanjutkan sumbu acara dengan lagu-lagu yang ada di album perdana mereka macam merah, satu nama, replika, dan tidak lupa lagu yang mengantarkan mereka memenangi LA Lights Indiefest 2007: rules and polecies. penonton semakin memanas dengan kehadiran band pembuka ketiga, speaker first. sempat membawakan sebuah cover-version dari led-zeppelin, mereka mengakhiri penampilan dengan merangsang penonton berjingkrak massal dalam lagu gacoan mereka, dunia milik kita. el dorado didera gempa lokal, tapi ini baru permulaan.

tidak menunggu lama. setelah beberapa menit sound-check, sang pemilik konser akhirnya muncul juga. saya tidak hafal urutan set-list mereka, namun di sesi awal mereka menggebrak dengan lagu lagu dengan riff mengerikan macam did i ask your opinion, horse dan black amplifier. penonton menggila dan semakin menggila hingga ke tengah acara.

di tengah acara, vokalis-gitaris rekti dan gitaris farri menurunkan gibson sg dan les paul mereka dan menggantinya dengan sepasang gitar akustik. saatnya mengambil nafas dan membuka sesi akustik. lagu-lagu akustik macam provocateur, live in new york, hingga cover-version only love can break your heart dari neil young sukses mengalun telinga ribuan penonton di sana. di tengah sesi akustik, ribuan lampu kecil berwarna biru dan putih berkerlap-kerlip menerangi langit venue indoor eldorado. sebuah tampilan audio-visual yang sempurna dimana rekti bernyanyi lirih berbalut gitar akustik diterpa ribuan lampu-lampu kecil diatasnya. ingin rasanya menggandeng seorang wanita untuk diajak bernyanyi bersama, apa daya gebetan pun tak ada. haha

berlanjut ke sesi berikutnya dimana the s.i.g.i.t. kembali meniupkan distorsi ke penjuru venue. lagu-lagu macam clove doper, damned woman dan let it go sukses digeber. di tengah penampilan, para anggota speakers first naik ke atas panggung dan beraksi destruktif memukul floor tom, simbal, dan segala macam benda yang mereka bawa keatas panggung secara bersahut-sahutan mengikuti bass-line dari bassist adit serta drum dari acil. what a chaos! diselingi prosesi standar “pura-pura turun panggung dan menunggu teriakan we want more”, the s.i.gi.t. kembali naik panggung untuk memainkan encore dan melanjutkan sesi terakhir. lagu-lagu lama macam soul sister hingga hingga lagu baru seperti money making sukses dibawakan. ketika money making dimainkan, penonton kembali dikejutkan dengan tumpahan ribuan lembar uang palsu dari langit-langit venue. rekti berloncatan mengitari panggung, gitaris farri berdiri diatas amplifier marshall memperkosa gitar dan menggesek-gesekkannya ke badan amplifier, drummer acil bermain kesetanan, serta bassist adit berdiri gagah dan bermain stabil di ujung kiri panggung. pertunjukkan selesai. penonton pulang puas bahagia. hanya dengan tiket seharga 20 ribu (on the spot:30ribu), konser ini mampu memberikan kualitas hiburan yang sangat baik. bahkan jauh lebih baik dari konser band luar negeri berharga puluhan kali lipat yang pernah saya datangi. yeah, subhanallah.

mengutip ucapan vokalis rekti di awal pertunjukan bahwa the dyslexia concert ini adalah sebuah dunia dimana politik dan uang adalah dua hal yang tidak berharga, ternyata the s.i.g.i.t. benar-benar mampu membuktikan ucapan tersebut. mereka berhasil membahagiakan ribuan orang dengan karya-karya mereka, lebih dari apa yang politik dan uang bisa berikan.

ps. thanks to handra maulana for the photograph

evaluasi

Posted in risyad berseru by risyadtabattalasays on Juni 18, 2009

setelah bekerja keras sepanjang semester, tentu setiap mahasiswa mengimpikan hasil yang memuaskan. begitu juga dengan saya. target menyelesaikan kalkulus II dan lulus TPB (tahap persiapan bersama) menjadi target mutlak diawal semester ini, dimana kalau gagal saya akan dipastikan dropped-out dari bangku kuliah. target kedua adalah memperbaiki IPK serta target ketiga adalah bermain musik lebih intens semester ini.

dan saya-pun bekerja (cukup-menurut saya) keras untuk ketiga target itu. saya merancang strategi untuk tidak terlalu banyak mengambil jumlah SKS mata kuliah. dengan jumlah SKS tersebut saya berharap bisa fokus belajar kalkulus II dan menyelesaikan TPB serta memperbaiki IPK. saya juga rutin bermain band, dan berhasil mendapat cukup banyak jadwal panggung di semester ini.

dan segalanya nyaris berjalan sempurna.

karena sebuah tugas, saya failed di satu mata kuliah yang seharusnya bisa saya selesaikan dengan baik. disinilah nasib berbicara. seorang teman dikelas lain yang hanya mengumpulkan 2 dari 5 tugas serta absen 10 kali dari total 14 pertemuan berhasil mendapatkan nilai A. sedangkan saya yang hanya sekali tidak mengumpulkan tugas serta mengikuti hampir seluruh pertemuan terpuruk dengan nilai D. perbedaan yang sangat jauh mengingat nilai-nilai ujian kami tidak terlalu jauh berbeda.

karena sebuah tugas, tiga target utama saya semester ini gagal terpenuhi. keberhasilan lulus kalkulus II dan menyelesaikan TPB, serta berhasil pentas di tujuh panggung berbeda semester ini menjadi hambar. kelalaian mengerjakan sebuah tugas merusak itu semua dan menjadi sebuah kesalahan yang akan saya sesali sepanjang liburan semester ini.

shit happens when this term almost ended perfectly. semoga tidak terulang di semester berikutnya.

5 miliar untuk cinderamata? tepuk tangan untuk DPR

Posted in politik persetan, risyad berseru by risyadtabattalasays on Juni 10, 2009

minggu ini diawali oleh berita lucu (versi halus dari memalukan) seputar DPR kita. DPR menganggarkan 5 miliar sebagai cinderamata sebagai penghargaan atas kerja ‘keras’ mereka selama ini. bayangkan boi, 5 miliar untuk membiayai cinderamata? tidak sadarkah mereka bahwa 5 miliar itu uang rakyat? kurang sejahtera apa mereka, dengan gaji puluhan juta dan berbagai fasilitas gratifikasi dan privilege yang sering mereka dapatkan sebagai seorang anggota DPR, kini masih saja tega berencana menghamburkan 5 miliar demi sebuah hal sebenarnya sangat tidak penting?

bayangkan sebuah desa miskin di pelosok NTB dengan 100 keluarga di dalamnya, dengan biaya hidup tidak sampai 2 juta per bulannya. anggaran 5 miliar itu bisa digunakan untuk membiayai hidup sebuah desa kecil di pelosok NTB selama dua tahun!

dengan berbagai kasus yang banyak menjerat para anggota DPR mulai dari korupsi, video perselingkuhan dengan artis dangdut, hingga pencabulan, image DPR sudah sangat rendah di mata rakyat indonesia. ditambah kegemaran para anggota DPR untuk meminta fasilitas berlebihan seperti laptop seharga 20 jutaan per orang, renovasi ruang kerja DPR seharga 33 miliar, hingga anggaran 350 miliar untuk renovasi rumah dinas, dan masih banyak lagi yang lainnya. jangan pula lupakan kejadian tahun lalu dimana DPR mendadak panik kebakaran jenggot (seperti maling yang diteriaki: “maling..maling..!!”) dan mengecam sebuah grup band terbesar di indonesia bernama Slank yang dalam sebuah lagunya mengoceh soal “mafia senayan, ujung2nya duit..”. belakangan DPR mendadak menghentikan reaksi keras tersebut setelah salah seorang anggota mereka, al-amin nasution ditangkap KPK karena terjerat kasus mafia suap. hahahaha, apa mau dikata..memang begitulah adanya.

kami berharap DPR adalah fenomena “nila setitik menghancurkan susu sebelanga”, yaitu secuplikan politisi bajingan yang merusak image ratusan politisi baik. bukan malah “susu sejumput ditengah nila sebelanga”. diantara politisi bajingan, semoga masih ada politisi berhati putih yang benar-benar bekerja atas nama kami, rakyat. bila memang ada, kepada merekalah kami patut berharap.

Ditandai sebagai:,

berjuang untuk bisa terdengar

Posted in musik, risyad berseru by risyadtabattalasays on Juni 2, 2009

hore.

siang ini saya menerima kabar yang luar biasa menggembirakan. berita itu adalah: LOUD berhasil lolos dari fase awal LA Lights Indiefest top 100 regional bandung dan berkesempatan untuk melaju ke tahap berikutnya melalui audisi yang akan digelar di RRI bandung pada minggu 7 juni 2009 bersama para kontestan lain dari seputar bandung dan jawa barat.

oke, saya tau lolos fase awal regional bandung bukanlah sebuah hal yang luar biasa. namun bukan berarti hal ini menjadi alasan bagi kami untuk tidak bersyukur. terlebih untuk mencapai titik ini, kami telah mengerahkan effort yang besar. dari mulai latihan yang udah ga terhitung jumlahnya, pembuatan lirik via messenger berjam-jam hingga menjelang adzan subuh, proses recording yang bersama mas-mas sound engineer yang jutek luar biasa, sampai manggung dalam sebuah acara dengan penonton cuma segelintir (mayoritas penonton adalah ibu2 yang kebetulan lewat abis senam pagi dan anak kecil yang kebetulan lewat mau beli batagor).

kami harap kabar baik ini tidak berhenti sampai disini. dengan izin Tuhan YME, iringan doa dari orang-orang terdekat, dan kerja keras, kami bertekad untuk berusaha sekeras mungkin dan melangkah sejauh yang kami bisa. berjuang untuk bisa terdengar.

Ditandai sebagai:,