koran by heart : kisah tiga anak penghafal kitab
mereka adalah nabiollah, rifdha, dan djamil. ketiga anak kecil ini adalah hafiz (penghafal alquran) yang khusus terbang ke mesir untuk mewaliki negara mereka dalam kompetisi membaca alquran tingkat dunia. berasal dari tiga latar belakang geografis yang berbeda, apa yang mereka alami sebelum, sesaat, dan setelah kompetisi itu adalah bumbu sedap yang mewarnai film dokumenter ini dari awal hingga akhir.
nabiollah misalnya. bocah bersuara malaikat ini berasal dari tajikistan, negeri pecahan uni soviet yang hingga kini masih dihantui paranoia terhadap gerakan para ekstremis islam sayap kanan. akibatnya, pemerintah setempat memberangus setiap madrasah yang disinyalir menjadi tempat penyebaran para ekstremis meski nyatanya kebijakan tersebut seringkali salah sasaran. malangnya, salah satu yang jadi korban adalah madrasah tempat nabiollah belajar.
lain nabiollah, lain pula rifdha. gadis ini berasal dari maladewa, negara kepulauan yang harus menggunakan pesawat perintis untuk menjangkau satu tempat ke tempat lainnya. yang unik dari bocah ini, adalah perbedaan pendapat antar kedua orang-tuanya. sang ibu ingin rifdha mengambil pendidikan yang bisa memberinya profesi yang menjanjikan, sedangkan ayahnya ingin rifdha belajar agama sehingga kelak bisa menjadi seorang ibu yang baik. lalu apa kata rifdha? dia malah pengen jadi petualang! haha.
yang terakhir adalah djamil. bocah legam yang satu ini datang dari negeri di ujung barat afrika: senegal. ayahnya adalah imam masjid setempat yang mendidik bocah ini sedari kecil untuk mengikuti jejaknya. momen paling mengharukan adalah saat giliran djamil tampil di depan dewan juri. kemampuan bocah ini tidak kalah dengan yang lain, namun dia tampak kesulitan memahami instruksi dewan juri. dia-pun nervous bukan kepalang hingga melakukan banyak kesalahan. di atas panggung, air mata djamil menetes dan dia mulai menangis. akhir kata, djamil tersingkir sebagai salah satu kontestan dengan nilai terendah. untungnya para dewan juri bijaksana. melihat kegigihan si djamil kecil dalam membaca alquran, mereka lalu menyuruh djamil ‘tampil’ lagi membacakan alquran di salah satu masjid besar di kairo. kali ini djamil berhasil, dan dia-pun disambut hangat banyak orang.
di luar kisah tentang ketiga bocah diatas, koran by heart memberi banyak gambaran unik tentang wajah islam saat ini. misalnya tentang ayah rifdha yang menyebut umat muslim di mesir sebagai muslim yang tidak baik hanya karena banyak diantara mereka yang tidak berjenggot dan mengenakan celana melewati mata kaki. bagian paling menyentuh dari film ini jatuh pada adegan di suatu senja di bibir pantai saat ayah rifdha menjelaskan alasan mengapa ia begitu ingin anaknya tersebut pergi menuntut ilmu ke luar negri demi menjadi seorang ibu yang baik kelak.
kata ayah rifdha, “a man is a single person, but a woman is a nation..”
___________
makasi banyak teh riana yang udah nunjukin film ini, sedap!


nabiollah suaranya merdu bngt…pangen lq ada rekaman bacaan alqurannya
Subhanallah. baca post ini gue nangis bats. terharu, padahal elo cuma kasih spoiler2 aja ya. gimana klo nonton film-nya. mau doong bats.
@ojal: yoi. he’s got golden voice for sure!
@bhella: gw ada si filenya. tapi gmn cara ngirimnya? haha. nih ada link vimeo-nya bhell. bisa langsung ditonton, bisa di donlot dulu (tapi illegal kayanya haha) http://vimeo.com/30779573