tentang KOIL, dan meraba jejak mereka
“kau kira siapa dirimu
bisa membeli hidupku yang rapuh
mengisi hari bekerja dan patuh
bukan menjadi manusia yang tangguh
aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk padamu
dan kutanya sanggupkah diriku
membawa mimpiku ke dunia yang baru…”
KOIL – “sistem kepemilikan”
julius aryo verdijantoro, akrab disapa otong, bukanlah biduan beroktaf sembilan yang rajin hilir-mudik di progam musik pagi stasiun televisi nasional. dia juga bukan sosok terkenal seantero negeri yang kehidupan pribadinya sanggup memenuhi slot berita di tayangan infotainment. tapi dari tangannya-lah, sistem penulisan lirik paling brilian dalam satu dekade terakhir lahir dan menyelamatkan alam sadar generasi saya. di tangan-nya, realitas dan ambuigitas hanya terpisahkan oleh garis tipis yang barangkali hanya dia sendiri dan Tuhan yang sanggup membedakannya.
dan otong tidak datang sendiri. bersama kawalan penguasa enam senar, arsitek dari seluruh lagu KOIL yang sekaligus juga adiknya sendiri: donnijantoro, mafioso tata-suara: bassis adam vladvamp, dan sang penabuh drum leon legoh, mereka menjelma menjadi KOIL, sebuah kolektif musik paling tangguh di negeri ini, dalam arti sesungguhnya.
saya menyebut KOIL sebagai musisi bajingan. di bawah asuhan mereka, telinga mainstream dan non-mainstream menjadi rukun satu suara. mereka mampu menunjukkan bahwa masih ada tempat bagi kata merdu, bahkan untuk ramuan industrial paling kejam sekalipun. di satu waktu otong hadir sembari menyumpah seluruh isi negara bagai anakan setan penjaga neraka. di waktu lain dia mampu menjelma menjadi sosok paling dramatis yang pernah manusia bisa bayangkan. dulu saya sempat berpikir, dengan musik serupa itu, segmen pendengar seperti apa yang ingin mereka tuju? nyatanya pertanyaan saya salah. mereka sanggup merangkul semuanya.
saya termasuk generasi baru penggemar mereka. saya tidak sempat merasakan efek langsung dari album pertama KOIL karena pada saat yang sama saya masih terlalu kecil untuk itu. album kedua juga nyaris serupa. untungnya saya masih sempat merasakan sisa-sisa kehebohan dari album megaloblast, termasuk saat menyaksikan aksi mereka di mtv indonesia awards, dimana saat itu otong naik ke atas panggung sembari menenteng rantai yang mengikat leher dua orang yang merangkak bagai anjing di sisi kiri dan kanan-nya.
sedangkan album black light shines on, meski tidak seheboh megaloblast , buat saya adalah puncak pencapaian artistik mereka sampai saat ini. di album sebelumnya, mereka yang sibuk dengan diri sendiri, di black light shines on mulai keluar kotak dan membagi visi mereka terhadap realita dunia. jika saya harus mati hari ini dan Tuhan hanya membolehkan saya membawa sepuluh album lokal untuk menemani saya di akhirat sana, maka black light shines on pastilah salah satu yang akan saya bawa.
jika anda melihat dari perspektif industri, KOIL juga sama bajingannya. saat musisi lain sibuk menyerukan kampanye anti pembajakan, dengan santainya mereka melepas black light shines on secara gratis. dan saat beberapa golongan mulai menebar pro-kontra dengan kebijakan album gratis tersebut, KOIL kembali melawan arus dengan merilis versi repackaged dari black light shines on dalam bentuk fisik di bawah naungan nagaswara (tentu saja yang ini tidak gratis). juga saat banyak orang mengelu-elukan mereka sebagai pahlawan scene non-mainstream, mereka justru menggelar kerja sama dengan ahmad dhani serta charly st12 (!). untuk nama yang pertama saya tidak masalah, tapi untuk yang kedua saya masih kaget hingga saat ini. satu hal yang pasti, KOIL tetaplah berdiri di kaki mereka sendiri tanpa pernah perduli dengan omongan orang lain.
empat tahun lebih pasca black light shines on dirilis, dan masih belum ada tanda-tanda kapan album terbaru mereka akan selesai. sebuah majalah franchise amerika menyebut band ini sedang dalam tahap pembuatan album ke-empat, tapi sejujurnya saya takut untuk berharap. melihat rentang waktu yang dibutuhkan antara album pertama ke album kedua, kemudian ke album tiga, rasanya KOIL memang tidak terbiasa untuk terburu-buru dalam menyelesaikan setiap album mereka. dalam tulisannya, seorang jurnalis musik ibu kota memprediksi album mereka paling cepat akan keluar pada tahun 2013. semoga prediksi jurnalis itu salah dan album ke-empat KOIL bisa hadir setahun lebih cepat.
___________________
*foto oleh @agrasuseno


semoga prediksi jurnalis itu salah. setuju.
setuju dengan coratcoretmu ini. Vive le KOIL
semogadialbumberikutnyaKOILmakinEDANdenganSUARAMERDUyangmampuMERUSAKKUPING… awYEAH !!!
risyad, tulisanmu semakin keren! kompeten soal musik. suka.
@mas juman: makasi banyak mas udah mau komentar. kamsiah kamsiah.