kesempatan kedua!
selalu ada kesempatan pertama untuk segala hal. sayangnya saat kesempatan pertama itu datang, dengan bodohnya lupa saya abadikan. untungnya Tuhan masih bermurah hati dan memberi saya kesempatan kedua, yang kebetulan datang pada 8 desember kemarin. ada dua motif utama yang melahirkan tulisan ini. pertama, saya jengah dengan barisan mahasiswa (termasuk, mungkin, saya sendiri) yang suka protes menentang gaya hidup mewah pemimpin negara ini tanpa berkaca pada perilaku diri mereka sendiri. motif kedua, tentu saja karena saya butuh uang untuk berfoya-foya.
kemungkinan besar tulisan pada foto diatas terlalu sulit untuk dapat terbaca. kalo anda bersedia untuk sedikit meluangkan waktu, tulisan saya bisa dibaca di SINI. kerusakan negara kita tercinta ini berlangsung secara sistemik di luar kuasa akal sehat einstein sekalipun. berpikir bahwa demonstrasi dan protes dapat menyelesaikan itu semua, adalah gagasan terabsurd yang pernah ada sepanjang sejarah dunia akhirat.
kecuali keadaan negara benar-benar genting, masa kuliah menurut saya terlalu berharga untuk dihabiskan dengan berdemo ke senayan, debat kusir, dan lain sebagainya. kalau ada waktu luang, lebih baik dipakai untuk tidur siang saja, karena tentu lebih bermanfaat bagi kesehatan serta metabolisme tubuh. atau bisa juga gunakan untuk belajar. biar cepat lulus.
akhir kata, kamsiah dan terimakasih. salam syuper.


wiw,, mantap kali
sependapatlah dengan aksi-aksi demo
thats something, dude!
@ardisazL: toss gan kalobegitu!
@wana: ‘sesuatu’?
Lanjutkan Syad!
@milta thankyou milta!