Angsa & Serigala – Self Titled
pembicaraan mengenai siapa mirip siapa, siapa meniru siapa, hingga siapa mencontek siapa, pada banyak kasus seringkali hanya berakhir pada debat melelahkan tanpa arah yang ujung-ujungnya tidak produktif. berbicara mengenai album perdana Angsa & Serigala, saya memutuskan untuk menghindari jebakan itu dengan memilih dan membicarakan tiga lagu terbaik versi saya dari album ini. semoga keputusan ini cukup bijaksana, dan biarlah persoalan teknis kita serahkan pada yang lebih ahli saja.
______
1. TERSENYUMLAH
kalau boleh jujur, lirik lagu ini cheesy luar biasa. meski begitu, cukuplah sekali-dua kali dengar hingga tanpa sadar mulut anda menggumamkan lirik “dan tersenyumlah..tertawalah..biarkan dunia beri warna..” yang memang memiliki nada catchy untuk dinyanyikan. jika suatu saat anda mendapati pasangan anda ngambek, biarkan lagu ini bekerja dan lihatlah mood pasangan anda akan membaik seperti sedia kala.
2. SESAAT YANG AKAN SIRNA
jika anda suka akan meriahnya nuansa hingar bingar, lagu ini mampu menawarkan hal itu dari awal hingga akhir. singkatnya, bagai sekumpulan siswa manis dan terpelajar, yang mendadak lepas kontrol dan mengambil alih keramaian pada malam pesta perpisahan sekolah. “sesaat yang akan sirna” merupakan salah satu lagu terbaik di album ini, dimana pembagian suara vokal pria-wanita serta brass & string section mampu bersenggama dengan proporsi yang sangat pas.
3. INSPIRASI
lagu paling bising dari keseluruhan 12 lagu yang ada di album ini. pada lagu ini pemain gitar elektrik mereka seolah mengamuk, meminta porsi yang lebih besar -sekaligus lebih bising- di album-album mereka selanjutnya. adalah keputusan brilian menempatkan lagu ini di akhir album.
______
jika saya boleh berkomentar, penulisan lirik yang mereka kerjakan membuat album ini terasa bagai versi musikal dari mario teguh: tema-tema seputar indahnya dunia, persahabatan, motivasi, ajakan untuk menyanyi, menari, berbahagia dan segala macam hal positif lainnya. mungkin untuk sekali atau dua kali putar tak masalah, namun jika anda memutarnya dalam frekuensi lebih tinggi, kesan yang timbul justru menjengkelkan dan terasa menggurui.
meski begitu, secara keseluruhan album ini terdengar aman-aman saja. dengan musik se-catchy ini, serta kualitas rekaman yang nyaman di telinga, mereka punya peluang untuk merangkul pasar yang lebih luas. diluar itu semua, ada satu hal yang penting untuk digarisbawahi: mereka harus segera menemukan sidik jari musik mereka sendiri, sehingga perdebatan seputar tiru-meniru dan contek-mencontek yang saya singgung di awal, dapat segera diakhiri.

